Ruku 237, Juz 14 (ٱلْرُكوع 237, جزء 14) (ID)

١٦ - ٱلنَّحْل

16 - An-Nahl (ID)

وَاِذَا بَدَّلْنَاۗ اٰيَۃً مَّكَانَ اٰيَۃٍ۝۰ۙ وَّ اللہُ اَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوْۗا اِنَّمَاۗ اَنْتَ مُفْتَرٍ۝۰ۭ بَلْ اَكْثَرُہُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ۝۱۰۱
Waitha baddalna ayatan makana ayatin waAllahu aAAlamu bima yunazzilu qaloo innama anta muftarin bal aktharuhum la yaAAlamoona

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

101

قُلْ نَزَّلَہٗ رُوْحُ الْقُدُسِ مِنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَہُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ۝۱۰۲
Qul nazzalahu roohu alqudusi min rabbika bialhaqqi liyuthabbita allatheena amanoo wahudan wabushra lilmuslimeena

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

102

وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّہُمْ يَقُوْلُوْنَ اِنَّمَا يُعَلِّمُہٗ بَشَرٌ۝۰ۭ لِسَانُ الَّذِيْ يُلْحِدُوْنَ اِلَيْہِ اَعْجَمِيٌّ وَّھٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِيْنٌ۝۱۰۳
Walaqad naAAlamu annahum yaqooloona innama yuAAallimuhu basharun lisanu allathee yulhidoona ilayhi aAAjamiyyun wahatha lisanun AAarabiyyun mubeenun

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.

103

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰيٰتِ اؘ۝۰ۙ لَا يَہْدِيْہِمُ اللہُ وَلَہُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ۝۱۰۴
Inna allatheena la yuminoona biayati Allahi la yahdeehimu Allahu walahum AAathabun aleemun

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.

104

اِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰيٰتِ اؘ۝۰ۚ وَاُولٰۗىِٕكَ ہُمُ الْكٰذِبُوْنَ۝۱۰۵
Innama yaftaree alkathiba allatheena la yuminoona biayati Allahi waolaika humu alkathiboona

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.

105

مَنْ كَفَرَ بِاللہِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِہٖۗ اِلَّا مَنْ اُكْرِہَ وَقَلْبُہٗ مُطْمَىِٕنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْہِمْ غَضَبٌ مِّنَ اؘ۝۰ۚ وَلَہُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ۝۱۰۶
Man kafara biAllahi min baAAdi eemanihi illa man okriha waqalbuhu mutmainnun bialeemani walakin man sharaha bialkufri sadran faAAalayhim ghadabun mina Allahi walahum AAathabun AAatheemun

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.

106

ذٰلِكَ بِاَنَّہُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوۃَ الدُّنْيَا عَلَي الْاٰخِرَۃِ۝۰ۙ وَاَنَّ اللہَ لَا يَہْدِي الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ۝۱۰۷
Thalika biannahumu istahabboo alhayata alddunya AAala alakhirati waanna Allaha la yahdee alqawma alkafireena

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

107

اُولٰۗىِٕكَ الَّذِيْنَ طَبَعَ اللہُ عَلٰي قُلُوْبِہِمْ وَسَمْعِہِمْ وَاَبْصَارِہِمْ۝۰ۚ وَاُولٰۗىِٕكَ ہُمُ الْغٰفِلُوْنَ۝۱۰۸
Olaika allatheena tabaAAa Allahu AAala quloobihim wasamAAihim waabsarihim waolaika humu alghafiloona

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.

108

لَا جَرَمَ اَنَّہُمْ فِي الْاٰخِرَۃِ ہُمُ الْخٰسِرُوْنَ۝۱۰۹
La jarama annahum fee alakhirati humu alkhasiroona

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi.

109

ثُمَّ اِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِيْنَ ہَاجَرُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا فُتِنُوْا ثُمَّ جٰہَدُوْا وَصَبَرُوْۗا۝۰ۙ اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِہَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ۝۱۱۰ۧ
Thumma inna rabbaka lillatheena hajaroo min baAAdi ma futinoo thumma jahadoo wasabaroo inna rabbaka min baAAdiha laghafoorun raheemun

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

110