Ruku 407, Juz 24 (ٱلْرُكوع 407, جزء 24) (ID)

٤٠ - غَافِر

40 - Ghafir (ID)

وَقَالَ رَجُلٌ ￁مِنٌ۝۰ۤۖ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ اِيْمَانَہٗۗ اَتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا اَنْ يَّقُوْلَ رَبِّيَ اللہُ وَقَدْ جَاۗءَكُمْ بِالْبَيِّنٰتِ مِنْ رَّبِّكُمْ۝۰ۭ وَاِنْ يَّكُ كَاذِبًا فَعَلَيْہِ كَذِبُہٗ۝۰ۚ وَاِنْ يَّكُ صَادِقًا يُّصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِيْ يَعِدُكُمْ۝۰ۭ اِنَّ اللہَ لَا يَہْدِيْ مَنْ ہُوَمُسْرِفٌ كَذَّابٌ۝۲۸
Waqala rajulun muminun min ali firAAawna yaktumu eemanahu ataqtuloona rajulan an yaqoola rabbiyya Allahu waqad jaakum bialbayyinati min rabbikum wain yaku kathiban faAAalayhi kathibuhu wain yaku sadiqan yusibkum baAAdu allathee yaAAidukum inna Allaha la yahdee man huwa musrifun kaththabun

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.

28

يٰقَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظٰہِرِيْنَ فِي الْاَرْضِ۝۰ۡ فَمَنْ يَّنْصُرُنَا مِنْۢ بَاْسِ اللہِ اِنْ جَاۗءَنَا۝۰ۭ قَالَ فِرْعَوْنُ مَاۗ اُرِيْكُمْ اِلَّا مَاۗ اَرٰى وَمَاۗ اَہْدِيْكُمْ اِلَّا سَبِيْلَ الرَّشَادِ۝۲۹
Ya qawmi lakumu almulku alyawma thahireena fee alardi faman yansuruna min basi Allahi in jaana qala firAAawnu ma oreekum illa ma ara wama ahdeekum illa sabeela alrrashadi

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

(Musa berkata): "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Fir'aun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar".

29

وَقَالَ الَّذِيْۗ اٰمَنَ يٰقَوْمِ اِنِّىْۗ اَخَافُ عَلَيْكُمْ مِّثْلَ يَوْمِ الْاَحْزَابِ۝۳۰ۙ
Waqala allathee amana ya qawmi innee akhafu AAalaykum mithla yawmi alahzabi

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dan orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu.

30

مِثْلَ دَاْبِ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ وَالَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِہِمْ۝۰ۭ وَمَا اللہُ يُرِيْدُ ظُلْمًا لِّلْعِبَادِ۝۳۱
Mithla dabi qawmi noohin waAAadin wathamooda waallatheena min baAAdihim wama Allahu yureedu thulman lilAAibadi

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

(Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, 'Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.

31

وَيٰقَوْمِ اِنِّىْۗ اَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ۝۳۲ۙ
Waya qawmi innee akhafu AAalaykum yawma alttanadi

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil.

32

يَوْمَ تُوَلُّوْنَ مُدْبِرِيْنَ۝۰ۚ مَا لَكُمْ مِّنَ اللہِ مِنْ عَاصِمٍ۝۰ۚ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللہُ فَمَا لَہٗ مِنْ ہَادٍ۝۳۳
Yawma tuwalloona mudbireena ma lakum mina Allahi min AAasimin waman yudlili Allahu fama lahu min hadin

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

(yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk.

33

وَلَقَدْ جَاۗءَكُمْ يُوْسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنٰتِ فَمَازِلْتُمْ فِيْ شَكٍّ مِّمَّا جَاۗءَكُمْ بِہٖ۝۰ۭ حَتّٰۗي اِذَا ہَلَكَ قُلْتُمْ لَنْ يَّبْعَثَ اللہُ مِنْۢ بَعْدِہٖ رَسُوْلًا۝۰ۭ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللہُ مَنْ ہُوَ مُسْرِفٌ مُّرْتَابُۨ۝۳۴ۚۖ
Walaqad jaakum yoosufu min qablu bialbayyinati fama ziltum fee shakkin mimma jaakum bihi hatta itha halaka qultum lan yabAAatha Allahu min baAAdihi rasoolan kathalika yudillu Allahu man huwa musrifun murtabun

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: "Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

34

الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْۗ اٰيٰتِ اللہِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ اَتٰىہُمْ۝۰ۭ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللہِ وَعِنْدَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا۝۰ۭ كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللہُ عَلٰي كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ۝۳۵
Allatheena yujadiloona fee ayati Allahi bighayri sultanin atahum kabura maqtan AAinda Allahi waAAinda allatheena amanoo kathalika yatbaAAu Allahu AAala kulli qalbi mutakabbirin jabbarin

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.

35

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يٰہَامٰنُ ابْنِ لِيْ صَرْحًا لَّعَلِّيْۗ اَبْلُغُ الْاَسْـبَابَ۝۳۶ۙ
Waqala firAAawnu ya hamanu ibni lee sarhan laAAallee ablughu alasbaba

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu,

36

اَسْـبَابَ السَّمٰوٰتِ فَاَطَّلِعَ اِلٰۗى اِلٰہِ مُوْسٰى وَاِنِّىْ لَاَظُنُّہٗ كَاذِبًا۝۰ۭ وَكَذٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوْۗءُ عَمَلِہٖ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيْلِ۝۰ۭ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ اِلَّا فِيْ تَبَابٍ۝۳۷ۧ
Asbaba alssamawati faattaliAAa ila ilahi moosa wainnee laathunnuhu kathiban wakathalika zuyyina lifirAAawna sooo AAamalihi wasudda AAani alssabeeli wama kaydu firAAawna illa fee tababin

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

(yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.

37