Ruku 261, Juz 15 (ٱلْرُكوع 261, جزء 15) (ID)

١٨ - ٱلْكَهْف

18 - Al-Kahf (ID)

فَانْطَلَقَا۝۰۪ حَتّٰۗي اِذَا رَكِبَا فِي السَّفِيْنَۃِ خَرَقَہَا۝۰ۭ قَالَ اَخَرَقْتَہَا لِتُغْرِقَ اَہْلَہَا۝۰ۚ لَقَدْ جِئْتَ شَـيْــــًٔـا اِمْرًا۝۷۱
Faintalaqa hatta itha rakiba fee alssafeenati kharaqaha qala akharaqtaha litughriqa ahlaha laqad jita shayan imran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: "Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.

71

قَالَ اَلَمْ اَقُلْ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا۝۷۲
Qala alam aqul innaka lan tastateeAAa maAAiya sabran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dia (Khidhr) berkata: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku".

72

قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا نَسِيْتُ وَلَا تُرْہِقْنِيْ مِنْ اَمْرِيْ عُسْرًا۝۷۳
Qala la tuakhithnee bima naseetu wala turhiqnee min amree AAusran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku".

73

فَانْطَلَقَا۝۰۪ حَتّٰۗي اِذَا لَقِيَا غُلٰمًا فَقَتَلَہٗ۝۰ۙ قَالَ اَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّۃًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ۝۰ۭ لَقَدْ جِئْتَ شَـيْــــًٔـا نُّكْرًا۝۷۴
Faintalaqa hatta itha laqiya ghulaman faqatalahu qala aqatalta nafsan zakiyyatan bighayri nafsin laqad jita shayan nukran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".

74

قَالَ اَلَمْ اَقُلْ لَّكَ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا۝۷۵
Qala alam aqul laka innaka lan tastateeAAa maAAiya sabran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Khidhr berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"

75

قَالَ اِنْ سَاَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍؚبَعْدَہَا فَلَا تُصٰحِبْنِيْ۝۰ۚ قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَّدُنِّىْ عُذْرًا۝۷۶
Qala in saaltuka AAan shayin baAAdaha fala tusahibnee qad balaghta min ladunnee AAuthran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Musa berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku".

76

فَانْطَلَقَا۝۰۪ حَتّٰۗي اِذَاۗ اَتَيَاۗ اَہْلَ قَرْيَـۃِۨ اسْـتَطْعَمَاۗ اَہْلَہَا فَاَبَوْا اَنْ يُّضَيِّفُوْہُمَا فَوَجَدَا فِـيْہَا جِدَارًا يُّرِيْدُ اَنْ يَّنْقَضَّ فَاَقَامَہٗ۝۰ۭ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَتَّخَذْتَ عَلَيْہِ اَجْرًا۝۷۷
Faintalaqa hatta itha ataya ahla qaryatin istatAAama ahlaha faabaw an yudayyifoohuma fawajada feeha jidaran yureedu an yanqadda faaqamahu qala law shita laittakhathta AAalayhi ajran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu".

77

قَالَ ھٰذَا فِرَاقُ بَيْنِيْ وَبَيْنِكَ۝۰ۚ سَاُنَبِّئُكَ بِتَاْوِيْلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَّلَيْہِ صَبْرًا۝۷۸
Qala hatha firaqu baynee wabaynika saonabbioka bitaweeli ma lam tastatiAA AAalayhi sabran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Khidhr berkata: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.

78

اَمَّا السَّفِيْنَۃُ فَكَانَتْ لِمَسٰكِيْنَ يَعْمَلُوْنَ فِي الْبَحْرِ فَاَرَدْتُّ اَنْ اَعِيْبَہَا وَكَانَ وَرَاۗءَہُمْ مَّلِكٌ يَّاْخُذُ كُلَّ سَفِيْنَۃٍ غَصْبًا۝۷۹
Amma alssafeenatu fakanat limasakeena yaAAmaloona fee albahri faaradtu an aAAeebaha wakana waraahum malikun yakhuthu kulla safeenatin ghasban

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.

79

وَاَمَّا الْغُلٰمُ فَكَانَ اَبَوٰہُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِيْنَاۗ اَنْ يُرْہِقَہُمَا طُغْيَانًا وَّكُفْرًا۝۸۰ۚ
Waamma alghulamu fakana abawahu muminayni fakhasheena an yurhiqahuma tughyanan wakufran

Indonesian

Indonesian Ministry of Religious Affairs

Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.

80